Cerita Rakyat dari Bengkulu : Legenda Asal Muasal Danau Tes

cerita-rakyat-dari-bengkulu-legenda-asal-muasal-danau-tes

Cerita Rakyat dari Bengkulu : Legenda Asal Muasal Danau Tes – Pada jaman dahulu kala, tersedia seorang laki-laki sakti bernama si Lidah Pahit yang tinggal di Dusun Kutei Donok. la dipanggil si Lidah Pahit, sebab apa yang diucapkannya tetap menjadi kenyataan. Meskipun demikian, si Lidah Pahit tidak pernah sembarangan mengucapkan sesuatu.

Cerita Rakyat dari Bengkulu : Legenda Asal Muasal Danau Tes

cerita-rakyat-dari-bengkulu-legenda-asal-muasal-danau-tes

ravensnfljerseyshop – Si Lidah Pahit berniat membuka lahan baru di pinggir Sungai Air Ketahun untuk dijadikan ladang. la mendapat izin berasal dari para tetangga dan ketua kebiasaan Kutei Donok. Setelah buat persiapan semuanya, si Lidah Pahit jadi membuka lahan itu. la mencangkul tanah dan menghilangkan tanah tersebut ke Sungai Air Ketahun.

Namun, banyaknya tanah cangkulan yang dibuang ke Sungai Air Ketahun membuat para tetangganya resah. Mereka khawatir, tanah tersebut bisa membuat Sungai Air Ketahun tersumbat dan membuat banjir. OIeh sebab itu, mereka pun berunding untuk menghentikan kesibukan si Lidah Pahit. Seorang warga diutus untuk menemui si Lidah Pahit.

“Lidah Pahit, kami mengemukakan berita duka cita. Anakmu meninggal dunia. Pulanglah ke kampung halamanmu.”

Lidah Pahit tidak memercayai berita yang disampaikan oleh tetangganya tersebut. Namun, orang yang diutus untuk mengemukakan berita tersebut pulang bersama dengan kecewa.

Keesokan harinya, diutuslah seorang tokoh penduduk untuk mengemukakan berita yang mirip kepada si Lidah Pahit. Namun, ia tetap tidak memercayainya.

Akhirnya, para sesepuh desa berkunjung sendiri kepada si Lidah Pahit.

“Lidah Pahit, percayalah apa yang kami katakan adalah benar. Lebih baik kau pulang, sebab anakmu meninggal dunia.”

Karena yang berkunjung kepadanya adalah sesepuh desa, si Iidah Pahit pun memercayainya.

“Baiklah! Karena Bapak-Bapak yang berkunjung mengemukakan berita ini, saat ini saya yakin bahwa anak saya sudah meninggal. Saya akan pulang,” kata si Lidah Pahit. Mendengar ucapan itu, para sesepuh desa berpamitan pulang.

Setelah para sesepuh pergi, si Lidah Pahit baru mengetahui kata-katanya tadi. Dalam hati, la tetap tidak yakin bahwa anaknya sudah meninggal. Namun, sebab kata-katanya yang diucapkannya tadi, anaknya bisa benar- benar meninggal.

Lidah Pahit menyesali ucapannya. Kata-katanya sudah tak bisa ditarik lagi. ia melampiaskan kekesalannya bersama dengan menghentakkan cangkulnya ke tanah dan menghilangkan tanah cangkulan ke di dalam Sungai Air Ketahun. Ketika ia lagi ke kampungnya, benar saja, anaknya sudah meninggal dunia.

Akhirnya, tanah cangkulan yang dibuang si Lidah Pahit menyumbat Sungai Air Ketahun dan membentuk sebuah danau besar yang kemudian dinamakan Danau Tes.

Danau Tes merupakan danau yang membentang di antara Dusun Kutei Donok, Bengkulu. Danau ini mempunyai pemandangan alam yang indah.

Cerita Rakyat dari Bengkulu : Legenda Asal Muasal Danau Tes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top